Home » Kesehatan » Gejala Obesitas Pada Anak dan Orang Dewasa

Obesitas atau kegemukan adalah lemak yang menumpuk secara berlebihan di dalam tubuh. Jika dibiarkan terus menerus, bahaya makan berlebihan dapat memengaruhi kesehatan penderitanya.

Obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Bahkan, kondisi ini pula dapat menyebabkan masalah psikologis seperti stres dan depresi.

Gejala Obesitas Pada Anak dan Orang Dewasa

Obesitas lebih berdampak buruk untuk kesehatan wanita. Wanita yang mengalami obesitas lebih rentan terkena osteoarthritis lutut dan menurunkan tingkat kesuburan dan juga potensi diri.

Jika merasa berat badan meningkat drastis maka segera konsultasi ke dokter agar mengetahui kondisi Anda terkena obesitas atau tidak.

Untuk itu ketahui gejala obesitas yang harus dihindari sebagai berikut.

  • 1. Lingkar Perut Bertambah Drastis

Tidak hanya menimbang berat badan, tetapi pula mengukur lingkar perut menjadi keharusan kalau ingin tahu Anda mengalami gejala obesitas atau tidak. Pengukuran lingkar perut dapat mengetahui apakah ada lemak ekstra di bagian perut dan pinggang atau tidak.

Seseorang yang mengalami obesitas tentu saja memiliki lingkar perut yang sangat besar. Lingkar perut dan pinggang yang bertambah besar dan lebar ini karena banyaknya lemak yang bertumpuk.

Konsumsi makanan secara berlebihan dan terlalu sering konsumsi makanan dengan lemak jenuh adalah penyebab utama. Selain itu, kalau Anda merasa pakaian yang biasa dipakai terasa sesak berarti gejala obesitas mungkin menimpa Anda.

  • 2. Sesak Napas

Seseorang yang mengalami kenaikan berat badan akan sulit bernapas atau terasa sesak saat mengambil oksigen di udara. Sesak napas tentunya disebabkan oleh penimbunan lemak di dada dan leher sehingga pertukaran udara terhambat. Proses masuk dan keluarnya udara di paru-paru mengakibatkan orang yang menderita obesitas kesulitan bernapas.

  • 3. Darah Tinggi

Tekanan darah dapat meningkat atau biasa disebut darah tinggi (hipertensi) saat seseorang menderita obesitas. Hipertensi selalu berhubungan erat dengan hipertensi karena lemak yang menumpuk di dalam tubuh akan menaikkan risiko tekanan darah tinggi.

Serangan jantung dan stroke adalah dua jenis penyakit lanjutan yang patut diwaspadai ketika mengalami obesitas. Selain itu, peningkatan kasus obesitas ini pula mengakibatkan diabetes dan penyakit ginjal kronis.

  • 4. Mendengkur

Timbunan lemak di leher tentu saja membuat seseorang yang menderita obesitas lebih sederhana mendengkur saat tidur. Dengkuran berasal dari getaran jaringan lunak di leher dan tenggorokan saat proses pernapasan. Jika lingkar leher di atas 43 cm pasti menyebabkan dengkuran saat tidur.

  • 5. Sulit Berjalan

Seseorang yang mengalami obesitas akan mengalami kesulitan sewaktu berjalan. Tubuh yang terlalu gemuk tentu terasa begitu berat sehingga tubuh terasa tak nyaman. Penumpukan lemak di paha dan selangkangan menjadi faktor utama yang menyebabkan kesulitan saat berjalan.

Hal ini dapat menimbulkan luka di paha atau selangkangan karena kulit terus bergesekan. Cara berjalan orang yang obesitas menjadi lebih mengangkang karena kaki harus lebih dibuka agar dapat berjalan dengan leluasa.

  • 6. Sederhana dan Cepat Merasa Lelah

Seseorang yang mengalami obesitas akan merasa cepat dan sederhana lelah walaupun tidak banyak beraktivitas. Tubuh yang cepat lelah pula menandakan orang tersebut kurang olahraga, tetapi umumnya penderita obesitas yang mengalami hal ini.

  • 7. Sakit Maag dan Panas Tenggorokan

Orang yang memiliki banyak lemak di sistem saluran pencernaan akan menderita penyakit lambung pula sehingga harus mengetahui penyebab asam lambung naik.

Penimbunan lemak membuat perut sering terasa panas karena isi perut terdorong menuju kerongkongan sehingga muncul sakit maag setelah makan seperti asam lambung naik setelah minum kopi bersama dengan sensasi panas di tenggorokan dan tulang dada yang terasa nyeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge