Beberapa startup “unicorn” di indonesia

Saat debat capres beberapa bulan lalu pak jokowi sempat menyinggung soal Unicorn, apa sih unicorn itu ? Unicorn adalah perusahaan rintisan atau startup yang memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Saat ini Indonesia memiliki 4 unicorn, paling banyak di Asia Tenggara. Ini adalah 4 Unicorn yang berasal dari Indonesia.

Go-jek

Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi ini, perusahaan rintisan Nadiem Makarim ini bergerak dibidang layanan transportasi  melalui jasa ojek. Saat ini gojek sudah tersebar di 50 kota di Indonesia. Berdiri pada tahun 2010 dengan hanya 20 pengemudi, kini gojek merupakan Unicorn terbesar di Indonesia dan sudah melakukan ekspansi kebeberapa Negara ASEAN.

Go-jek merupakan startup Indonesia pertama yang mendapat gelar Unicorn setelah menerima suntikan dana sebesar 550 juta dollar amerika pada 2016 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan sokongan dana 1,2 Miliar dolar Amerika dari perusahaan raksasa cina, tencent holding. Go-jek juga diramalkan akan menigkat menjadi decacorn pada tahun ini.

Tokopedia

Perusahaan rintisan milik William Tanuwijaya ini berdiri pada tahun 2009 dan bergerak dibidang penjualan barang dan jasa (market place). Tokopedia mendapat gelar Unicorn setelah mendapat suntikan dana dari salah satu “raksasa” dari negri cina Alibaba, setelah beroprasi selama 6 tahun lamanya.

Bukalapak

Didirikan oleh Achmad Zaky pada tahun 2010, perusahaan ini juga mendapat gelar Unicorn-nya tahun lalu. Unicorn ini bergerak dibidang yang sama dengan Tokopedia yaitu di bidang penjualan barang dan jasa. Untuk investornya sendiri Achmad Zaky menolak mempublikasikannya namun ia menekankan bahwa semua investornya perusahaan local.

Traveloka

Perusahaan rintisan berlogo burung ini didirikan oleh  ferry unardi dan dua orang temannya pada tahun 2012. Dibandingkan dengan 3 Unicorn lainnya Traveloka yang paling cepat mendapat Gelar Unicorn setelah mendapat suntikan dan dari beberapa perusahaan besar tahun 2016.

Leave a Comment

Your email address will not be published.