Home » Bisnis » Transaksi Pengiriman Barang Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Pandemi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor industri. Namun, sektor logistik jadi salah satu industri yang tak hanya mampu bertahan di tengah pandemi tapi tumbuh signifikan.

Mobilitas masyarakat yang terbatas membuat demand pengiriman paket meningkat. Per hari, rata-rata peningkatannya sampai 30 persen.

Adapun sektor yang menjadi tulang punggung industri jasa pengiriman Jatim selama Covid-19 ini adalah UKM.

Hal ini didukung adanya perubahan perilaku masyarakat untuk berbelanja melalui e-commerce. Di dalamnya, masyarakat dan e-commerce memanfaatkan jasa pengiriman paket sebagai solusi di tengah keterbatasan saat ini.

Salah satu faktor penyebabnya ialah karena masyarakat di awal pandemi covid-19 masih belum boleh mudik. Saat ini juga warga yang bepergian ke daerah lain masih terbatas.

Menurut data dari RedSeer, penggunaan layanan e-commerce selama pandemi Covid-19 meningkat tajam sebesar 69 persen. Imbasnya, berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia turut mencatat kenaikan volume pengiriman barang. Salah satunya jasa pengiriman kargo Selog Express.

Hal ini dikarenakan masih banyaknya permintaan konsumen di daerah tersebut terhadap jasa pengiriman jarak jauh yang cepat dengan biaya terjangkau.

Lonjakan permintaan jasa pengiriman tersebut lantas menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk agen atau point of sales (POS) yang bermitra dengan jasa pengiriman tertentu.

Selain performa bisnis logistik yang terus bertumbuh di tengah pandemi, meningkatnya angka kemitraan di Selog express juga turut membuka lapangan pekerjaan baru, baik bagi para calon mitra itu sendiri, maupun orang-orang yang kemudian bekerja di P.O.S mitra tersebut. 

Penambahan tersebut seiring dengan melonjaknya volume pengiriman barang Selog express yang terus meningkat selama pandemi Covid-19.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya mengoptimalkan semua jalur distribusi yang tidak terdampak PSBB. Baik darat, udara, maupun laut.

Pandemi mendorong masyarakat tanah air untuk berbelanja melalui lokapasar. Tak ayal, tren penjualan barang melalui pasar digital terus melonjak.

Berdasarkan data Bank Indonesia, tercatat nilai penjualan empat lokapasar terbesar (Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak) di Indonesia. Pada Juni lalu, pendapatan mereka meningkat Rp 20,64 triliun dari Rp 20,08 triliun pada bulan sebelumnya.

Oleh karena itu kami juga merekomendasi laundry karpet terbaik di jakarta sebagai pilihan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *